Latar Belakang

Setelah mengungkapkan syukurnya kepada Allah atas jemaat dan kerinduannya kepada mereka, Paulus langsung membahas intisari suratnya, menjelaskan secara ringkas tentang inti, khasiat, dan lingkup Injil. Ayat yang mendahului pelajaran ini (1:17) mengajarkan kita bahwa kebenaran Allah dinyatakan dalam Injil. Seperti yang akan kita lihat dalam pelajaran ini, wahyu kebenaran Allah berarti pertama Allah membayar upah orang-orang fasik dan dosa-dosa mereka. Pada saat ini, Allah menyerahkan orang-orang jahat ke dalam hawa nafsu mereka dan pikiran yang tak pantas. Pada akhirnya, Allah akan membalas perbuatan setiap orang di hari penghakiman.

Ayat-ayat Kunci

(1:18)

Apakah Anda Tahu...?

Garis Besar

  • Murka Allah Dinyatakan Atas Segala Kefasikan dan Kelaliman Manusia
  • Manusia Menindas Kebenaran dengan Kelaliman
  • Allah Menyerahkan Mereka kepada Keinginan Hati dan Kecemaran
  • Allah Menyerahkan Mereka kepada Pikiran-Pikiran yang Terkutuk
  • Keadilan Allah
  • Menghakimi dan Menimbun Murka atas Diri Sendiri
  • Penghakiman Allah atas Setiap Orang Menurut Perbuatan Mereka

Analisa Umum

  • 1.

    Bagaimanakah ayat-ayat ini berhubungan dengan ayat 1:16-17? Apakah perbedaannya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Kata “sebab” di ayat 18 menunjukkan bahwa kalimat selanjutnya adalah sebuah penjelasan atas pernyataan sebelumnya. Paulus telahmenyatakan di ayat 17 bahwa kebenaran Allah dinyatakan dalam Injil. Lalu, dimulai dari ayat 18, Paulus menunjukkan bagaimana murkaAllah dinyatakan terhadap segala kefasikan dan kelaliman manusia. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa bagian ayat yang membahas penghakiman Allah yang benar ini mulai menjelaskan apakah maksudnya kebenaran Allah dinyatakan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 2.

    Catatlah kata-kata dalam ayat-ayat ini yang berhubungan dengan:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    a.Sifat atau perbuatan Allah: Murka (1:18, 2:5); tidak kelihatan (1:20); kekuatan kekal (1:20); ilahi (1:20); mulia (1:23); tidak fana (1:23); menyerahkan (1:24, 26, 28); kebenaran (1:25, 2:2); Pencipta (1:25); dipuji selamanya (1:25); benar (1:32, 2:5); penghakiman (1:32, 2:2, 3, 5); kekayaan kemurahan, kesabaran, dan kelapangan hati (2:4); membalas (2:6); tidak memandang bulu (2:11).

    b.Yang harus dilakukan manusia: Memuliakan Allah (1:21); bersyukur (1:21); menyembah dan melayani Pencipta (1:25); tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan (2:6); berbuat baik (2:10).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3.

    Apakah yang dapat kita pelajari dari ayat-ayat ini tentang: a.Kebenaran? b. Pengetahuan? c. Dalih?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    a. Kebenaran: Yang fasik dan lalim menindas kebenaran (1:18); menggantikan kebenaran Allah dengan dusta (1:25).Kesesatan manusia akan dibalas (1:27). Penghakiman Allah sesuai dengan kebenaran (2:2). Mereka yang tidak taatpada kebenaran akan menerima murka dan geram Allah (2:8). Dari bagian ayat ini kita mengetahui bahwa kebenaran tidak saja berlaku pada hal-hal yang nyata, tetapi juga sifat dan kehendak  Allah  yang dinyatakan-Nya kepada kita. Tidak menaati kebenaran menjadikan kita bersalah di hadapan Allah.

    b. Pengetahuan: Apa yang dapat diketahui tentang Allah nyata bagi kita, karena Allah telah menunjukkannya (1:19). Sejak duniadiciptakan, apa yang tidak tampak dari Allah, dinyatakan dari karya ciptaan-Nya (1:20). Orang-orang fasik tidak merasa perlu untuk mengakui Allah (1:28). Menyadari penghakiman Allah, orang-orang tidak benar tidak saja melakukannya juga, tetapi juga mengiyakan mereka yang melakukannya (1:32). Kita mengetahui bahwa hukuman Allah sesuai dengan kebenaran (2:2 – jujur – RSV: “according to truth”). Orang yang menghakimi orang lain tetapi melakukankefasikan yang sama tidak menyadari bahwa kebaikan Allah membawanya kepada pertobatan (2:4).

    c. Dalih: Manusia tidak dapat berdalih karena sifat-sifat Allah yang tidak tampak, dinyatakan melalui ciptaan-ciptaan-Nya (1:20). Mereka yang melakukan kefasikan tetapi menghakimi orang lain tidak dapat berdalih karena mereka menyadariakan penghakiman Allah 1:32; 2:1).

    Sembunyikan Jawaban

Analisa Bagian

  • 1:18-23

    1a.

    Apakah kebenaran di ayat 18 menurut konteksnya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ayat 19 dan 20 menjelaskan bahwa kebenaran terdiri dari “apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah”, seperti sifat- sifat-Nya yang tidak nampak, kekuatan-Nya yang kekal, dan keilahian-Nya. Allah telah menyatakan kebenaran kepada manusia melalui apa yang diciptakan-Nya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 1b.

    Bagaimanakah manusia menindas kebenaran dengan kelaliman?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Walaupun mereka mengetahui Allah, mereka tidak memuliakan- Nya sebagai Allah, pun tidak bersyukur, tetapi menjadi fana dalam pikiran mereka. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan rupa-rupa kefanaan manusia, burung- burung, dan binatang berkaki empat dan yang menjalar (1:21- 23).

    Sembunyikan Jawaban

  • 2.

    Jelaskanlah bagaimana karya ciptaan Allah menunjukkan sifat-sifat-Nya yang tidak nampak.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Alkitab mengajarkan bahwa “langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm. 19:1). Alam semesta yang begitu luas dan rumit, berlangsung dengan jumlah energi yang tak terbayangkan dan diatur oleh berbagai hukum alam, menunjukkan hasil karya seorang Pencipta yang memiliki kekuasaan dan kepandaian yang takterhingga (Ref. 104:24). Pemeliharaan Allah yang nyata di bumi, yang secara khusus dirancang untuk menjadi kediamanmanusia, dan juga sifat-sifat keibuan yang ada dalam binatang-binatang ciptaan-Nya untuk memelihara anak-anak mereka,menunjukkan kasih, kebaikan, dan anugerah-Nya (Ref.Ayb. 38:41; Mzm. 104:27-28; 136:25; 145:15-16; 147:7-9; Mat.5:45, 6:26; Kis. 14:17).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3.

    Kecemaran seperti apakah yang dilakukan manusia apabila ia tidak memuliakan Allah?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penolakan untuk mengakui Allah menghasilkan kemunduran akal budi dan hati. Paulus menyatakan di ayat 1:21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran emreka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi ” Pada akhirnya, mereka menyangka diri mereka bijak walaupun sesungguhnya bodoh (1:22).

    Sembunyikan Jawaban

  • 4.

    Kebodohan-kebodohan manusia   seperti    apakah   yang dianggap sebagai hikmat di dalam masyarakat dunia?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 1:24-27

    5.

    Menurut bagian ini, bagaimanakah reaksi Allah pada kefasikan manusia?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah menyerahkan mereka ke dalam keinginan hati dan hawa nafsu yang memalukan (1:24, 26).

    Sembunyikan Jawaban

  • 6.

    Sebutkanlah beberapa contoh bagaimana manusia menyembah dan melayani mahluk dan bukan pada Pencipta.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 7.

    Bagaimanakah manusia mencemari tubuh mereka oleh karena hawa nafsu hati mereka?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Laki-laki dan perempuan meninggalkan persetubuhan yang wajar, terbakar oleh hawa nafsu dengan sesama jeniskelamin, dan melakukan apa yang menjijikkan (Ref. Im. 18:22; 20:13; 1Kor. 6:9).

    Sembunyikan Jawaban

  • 8.

    Dengan cara-cara apakah dunia membiarkan apa yang dikecam Alkitab di sini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 1:28-32

    9a.

    Menurut bagian ini, apakah pembalasan Allah?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah menyerahkan orang-orang yang tidak mau mengenal Allah ke dalam pikiran-pikiran yang terkutuk (1:28).

    Sembunyikan Jawaban

  • 9b.

    Apakah akibatnya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Manusia melakukan hal-hal yang tidak pantas (1:28).

    Sembunyikan Jawaban

  • 10.

    Sebutkanlah contoh-contoh nyata perbuatan-perbuatan dosa yang disebutkan di sini.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 11.

    Apakah hukuman yang diganjarkan pada dosa-dosa ini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

  • 2:1-11

    12.

    Apakah pengaruh peralihan kepada orang kedua “kamu” di bagian ini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Di bagian ini,  Paulus  membicarakan  figur  kiasan.  Teknik  ini memberikan kesan perantaraan kepada pembaca yang mungkin mengira apa yang dibicarakan Paulus tidak berlaku bagi mereka. Berbicara dalam bentuk ini juga dapat berguna untuk mengantisipasi pendapat atau dalih pembaca yang keliru (Lihatlah bagaimana teknik ini juga digunakan di Roma 2:17-25; 9:19-20; 11:19-24).

    Sembunyikan Jawaban

  • 13.

    Mentalitas umum apakah yang tampak di bagian ini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Figur perantara ini mengambil peran menilai orang lain karena perbuatan jahat mereka, tetapi ia sendiri melakukan hal yang sama. Ia tidak mau menilai dirinya sendiri dengan ukuran yang sama untuk menilai orang lain. Standar ganda ini dapat kita lihat setiap hari. Manusia cenderung menghakimi orang lain tanpa menilai dirinya sendiri (Ref. Mat. 7:1-5).

    Sembunyikan Jawaban

  • 14.

    Sikap apakah yang mungkin dipegang oleh orang yang disebutkan di sini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Salah satu alasan yang ditunjukkan Paulus dari figur itu, adalah karena ia menganggap sepi kemurahan, kesabaran, dankelapangan hati Allah (2:4). Ia berkeras hati dan tidak mau bertobat (2:5). Dengan kata lain, ia mengira bahwa karena ia belum menerima hukuman Allah atas perbuatannya yang jahat, ia bebas dari penghakiman Allah dan dapat terus melakukan kejahatan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 15.

    Apakah yang diajarkan bagian ini tentang Allah dan penghakiman-Nya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penghakiman Allah sesuai dengan kebenaran terhadap orang- orang yang melakukan kefasikan (2:2).
    • Allah kaya akan kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati untuk membawa kita kepada pertobatan (2:4).
    Allah menghakimi dengan adil (2:5) karena Ia menggunakan ukuran perbuatan manusia itu sendiri (2:6).
    • Allah memberikan hidup kekal kepada mereka yang dengan setia melakukan apa yang baik untuk mencari kemuliaan, kehormatan, dan hidup kekal. Tetapi Ia mencurahkan murka- Nya kepada orang-orang yang memenuhi keinginan sendiri dan tidak taat pada kebenaran, tetapimengikuti apa yang fasik dan lalim (2:7-8).
    • Allah tidak memandang bulu (2:11)

    Sembunyikan Jawaban

  • 16.

    Apakah pesan utama di bagian ini bagi kita?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Melihat penghakiman Allah, yang sepenuhnya adil dan akan berlaku kepada setiap orang menurut perbuatannya masing- masing, secara pribadi kita bertanggung jawab kepada Allah atas segala perbuatan kita. Kita tidak boleh mengira diri kita berada di atas tolok ukur penghakiman Allah, tetapi harus dengan rendah hati menerima kesabaran Allah sebagai kesempatan untuk bertobat dari dosa-dosa kita.

    Sembunyikan Jawaban