Latar Belakang

Setelah prajurit-prajurit menyiksa Yesus, mereka menyalibkan-Nya di antara dua perampok (15:27). Orang-orang Yahudi dan Romawi terus menghina-Nya sementara Ia menderita di kayu salib. Walaupun orang-orang menolak Yesus, peristiwa-peristiwa menakjubkan terjadi ketika Ia disalibkan, membuktikan bahwa Ia bukanlah seperti manusia yang lain. Pada akhirnya, “berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.” (15:37) Murid-murid-Nya menguburkan-Nya, tanpa menyadari mujizat besar yang akan terjadi di hari yang ketiga.

Ayat-ayat Kunci

(“Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!” Markus 15:39)

Apakah Anda Tahu...?

  1. Simon (15:21): Dari Kirene, kota penting di Libya dan mempunyai penduduk Yahudi yang besar. Simon mungkin adalah orang Yahudi yang datang ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.  Anak-anaknya, Aleksander dan Rufus mungkin dikenal baik oleh orang-orang Kristen masa awal. Dua nama ini juga disebutkan di Kisah Para Rasul 19:33 dan Roma 16:13. Namun dua nama ini umum ditemukan di masyarakat Yahudi, dan mungkin merujuk pada orang lain.
  2. “Memikul salib Yesus” (15:21): Terhukum mati biasanya dipaksa untuk memikul salibnya (yang mempunyai berat antara 14-18 kilogram) di pundaknya hingga tempat penyaliban. Tampaknya Yesus sudah terlalu lemah untuk memikul salib; sehingga para prajurit memaksa orang lain yang ada di situ untuk memikul salib-Nya.
  3. Golgota (15:22): Secara harfiah berarti “tengkorak”. Kata bahasa Aram ini dapat merujuk suatu tempat penyaliban, atau sebuah bukit yang menyerupai tengkorak. Kata bahasa Inggris, “Calvary” berasal dari bahasa Latin yang berarti “tengkorak” (“calva”).
  4. Mur (15:23): Getah kering dari pohon balsam, digunakan sebagai obat, dan dicampurkan ke dalam minuman anggur untuk berfungsi sebagai obat bius.11 Mur mempunyai peran penting dalam hidup Yesus: kelahiran (Ref. Mat. 2:11), kematian (Ref. Mrk. 15:23), dan penguburan (Ref. Yoh. 19:39).
  5. “Mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi” (15:24): Pakaian terhukum mati merupakan imbalan tambahan bagi para prajurit yang menjaga salib. Seringkali mereka memainkan undi untuk menentukan siapakah yang memperoleh bagian-bagian pakaian.
  6. Disalibkan (15:24): Terhukum mati ditelanjangi dan direbahkan di tanah, dengan balok kayu di bawah pundak terhukum mati. Kedua tangan dipakukan di ujung-ujung balok kayu, yang kemudian diangkat dan digantung di sebuah tiang. Kaki terhukum kemudian diikat di tiang itu. Sebuah pasak di bawah kaki terhukum menyokong berat tubuh terhukum agar telapak tangan tidak robek dan terlepas dari balok kayu. Terhukum mungkin tidak digantung lebih dari satu meter dari atas tanah (ditunjukkan dari bagaimana Yesus dapat berbicara dengan orang-orang di sekitar-Nya dan bunga karang yang diikat pada tongkat ditawarkan kepada-Nya). Rasa sakit yang Ia rasakan tentunya sangat hebat, karena seluruh tubuh terhukum meregang. Setelah beberapa lama, pembuluh darah arteri di kepala dan perut akan penuh dengan darah, sehingga terhukum merasakan sakit kepala yang luar biasa. Pada akhirnya terhukum akan mengalami demam. Apabila oleh karena suatu alasan maka terhukum harus segera mati, kakinya diremukkan dengan palu atau pentung, dan ini dipandang sebagai perbuatan belas kasihan.5/281 Biasanya terhukum akan mati setidaknya dalam waktu 36 jam (kadang bisa sampai memakan waktu 9 hari) Maka cepatnya kematian Yesus (kira-kira enam jam) sangatlah tidak biasa, seperti ditunjukkan oleh terkejutnya Pilatus (Ref. 15:44).
  7. Tabir Bait Suci (15:38): Tirai yang memisahkan tempat maha kudus dari tempat kudus (Ref. Kel. 26:31; 2Taw. 3:14).
  8. Anggur asam (15:36): Minuman murah yang umum (apabila dicampur dengan telur dan air) diminum oleh buruh dan prajurit.
  9. Kepala pasukan (15:39): Perwira tentara Romawi yang biasanya memimpin seratus prajurit.10/1425 Ia dan pasukannya menjaga salib dari orang-orang yang ingin menyelamatkan terhukum.
  10. Hari persiapan (15:42): Hari untuk mempersiapkan perayaan Paskah. Karena hari sudah mulai malam di hari Jumat, orang-orang Yahudi terdesak untuk segera menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib sebelum hari Sabat tiba (di mana mereka tidak boleh bekerja).
  11. Yusuf orang Arimatea (15:43): Seorang anggota Mahkamah Agama yang kaya dan berpengaruh, yang menentang keputusan untuk menyalibkan Yesus (Luk. 23:50-51). Ia telah menjadi murid Kristus (Mat. 27:57).
  12. Kubur (15:46): Gua alami ataupun buatan manusia di dalam bukit batu. Setelah jenazah ditempatkan di dalam kubur, batu berbentuk bundar digulingkan menutupi lubang gua. Agar tidak ada orang yang mencuri jenazah Yesus, Pilatus memerintahkan agar kubur Yesus dimeteraikan dan dijaga (Mat. 27:62-66).

Garis Besar

Analisa Umum

  • 1.

    Tuliskanlah bagaimana penderitaan, kematian, dan penguburan Yesus menggenapi nubuat- nubuat di Mazmur 22:1-18 dan Yesaya 53:1-9.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ditinggalkan Allah (Mzm. 22:1, 53:4, 6); ditolak dan diolok (Mzm. 22:7-8, 17; Yes. 53:3); penyiksaan dan penganiayaan (Mzm. 22:12-13; Yes. 53:7-8); penderitaan jasmani (Mzm. 22:14-15); ditusuk (Mzm. 22:16; Yes. 53:5); membagi-bagi pakaian-Nya (Mzm. 22:18); dikubur (Yes. 53:9); (Perhatikan juga bahwa kebangkitan, kemuliaan, dan penebusan Yesus juga dinubuatkan di Mzm. 22:19- 31 dan Yes. 53:10-12).

    Sembunyikan Jawaban

  • 2.

    Apakah penderitaan jasmani atau mental terberat yang pernah Anda alami? Bagaimanakah pengetahuan akan penderitaan Yesus membantu Anda menghadapi penderitaan yang Anda alami?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Yesus dicobai sepanjang pelayanan-Nya, bahkan saat Ia ada di kayu salib. Iblis menyerang-Nya dengan siksaan jasmani (penyesahan, penyaliban) dan penderitaan batin (ditinggalkan, diolok-olok). Dari sini kita dapat sepenuhnya menyadari bahwa Ia mengetahui segala kelemahan kita (Ibr. 4:15). Apabila kita bersandar pada Tuhan Yesus, kita dapat mengalahkan penderitaan kita, seperti yang Ia lakukan.

    Sembunyikan Jawaban

Analisa Bagian

  • 15:21-22

    1a.

    Apakah yang mungkin ada dalam benak Simon saat ia memikul salib untuk Yesus?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Karena Simon “dipaksa” untuk memikul salib, ia tidak melakukannya dengan sukarela. Ia hanyalah seseorang yang lewat di situ, dan tidak menyangka akan terseret pada peristiwa itu. Ia mungkin tidak menganggap memikul salib sebagai sebuah kehormatan, tetapi sebagai aib (Ref. Pelajaran 14, Tahukah Anda 4). Mungkin ia ada di sana untuk melihat apa yang terjadi. Karena ada jauh di situ (Ref. Tahukah Anda 1), ia mungkin belum pernah mendengar tentang Yesus. Atau, mungkin juga ia adalah salah satu murid Yesus (seperti Petrus) yang tidak mau terlibat dan dikenali, tetapi tidak sengaja menarik perhatian tentara Romawi.

    Sembunyikan Jawaban

  • 1b.

    Pernahkah Anda “dipaksa” untuk bekerja bagi Allah? Bagaimanakah reaksi Anda? Apakah yang dapat Anda pelajari dari teladan Yesus sebagai hamba?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Sedari awal Yesus mengesampingkan keinginan-Nya sendiri. Segala yang Ia lakukan adalah demi kebaikan orang lain. Ia tunduk pada kehendak Allah bagi-Nya untuk menderita dan mati di kayu salib, walaupun naluri-Nya sebagai manusia menginginkan agar Ia diluputkan dari cawan pahit itu. Kadangkadang, suatu pekerjaan dibebankan pada pundak kita, walaupun kita sebenarnya tidak mau. Kita ingin bersembunyi karena kita merasa tidak mampu memikul tanggung jawab itu. Di saat-saat seperti itu, kita harus belajar dari Yesus, yang berdoa kepada Bapa memohon hikmat dan kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya. Apabila kita menaruh iman kita pada Allah yang maha kuasa, Ia akan meringankan beban kita (Mat. 11:28-29).

    Sembunyikan Jawaban

  • 2.

    Bandingkanlah peristiwa yang berlangsung di Golgota (Ref. Tahukah Anda 2) dengan peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem (Ref. 11:8-10).

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Pada keduanya, terjadi suatu keramaian. Banyak orang mengikuti Yesus. Namun perbedaannya, mereka berseru-seru “Hosana!” saat Yesus memasuki Yerusalem. Sekarang, mereka mengutuki-Nya di sepanjang jalan menuju Golgota. Sebelumnya, mereka ingin mengangkat Yesus sebagai raja. Sekarang, mereka mengolok-Nya sebagai “Raja orang Yahudi”. Mereka dengan mudah dipengaruhi oleh para imam kepala dan ahli Taurat. Mereka lupa dengan pengajaran dan mujizat Yesus. Yang mereka inginkan hanyalah menyaksikan-Nya mengalami kematian yang menyakitkan dan memalukan di kayu salib.

    Sembunyikan Jawaban

  • 15:23-28

    3a.

    Mengapa Yesus menolak anggur yang dicampur dengan mur (Ref. Tahukah Anda 4)? (Bacalah apa yang Ia lakukan selama Ia ada di atas kayu salib dari Lukas 23:23, 40-43 dan Yohanes 19:25-27).

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Mungkin Yesus tidak mau mengandalkan cara-cara manusia untuk mengurangi rasa sakit-Nya. Mungin juga, obat-obatan tidak lagi dapat mengatasi kesakitan hebat yang Ia rasakan. Dan lagi Yesus tidak mau mengebalkan indera-Nya karena Ia masih harus melakukan sesuatu. Walaupun Ia sedang digantung di kayu salib, Ia terus menunjukkan kasih-Nya (pada para penyiksa-Nya dan ibu-Nya) dan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa (perampok yang bertobat).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3b.

    Yesus menggenapi pekerjaan Allah walaupun Ia telah tergantung di atas kayu salib. Bagaimanakah Anda melayani Allah dan menolong orang lain walaupun menghadapi kelemahan dan keterbatasan pribadi, dan juga permasalahan hidup?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 4.

    Apakah makna sebutan “Raja orang Yahudi” (26) bagi orang-orang yang menyalibkan Yesus? Apakah maknanya bagi orang Kristen? Bandingkanlah hal ini dengan perlambangan salib.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Adalah sebuah pernyataan “kesalahan” Yesus dan juga olok-olok atas pernyataan-Nya. Namun Tuhan Yesus tidak saja telah membuktikan bahwa Ia adalah Raja orang Yahudi, tetapi juga Raja atas segala raja yang mengalahkan maut (Ref. 1Tim. 6:15-16; Why. 17:14, 19:15-16). Tulisan “Raja orang Yahudi” dan salib dimaksudkan untuk menghina Yesus, tetapi keduanya menjadi lambang pengharapan dan kuasa bagi orang-orang Kristen. Ketika kita diselamatkan, kita tidak bermegah dalam apa pun selain dalam salib Yesus Kristus (Gal. 6:14).

    Sembunyikan Jawaban

  • 5.

    Bagaimanakah seseorang “menyalibkan” Yesus di masa sekarang? (Ref. 6:4-6)

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Apabila kita berbalik dari Tuhan Yesus walaupun kita sudah mengecap kasih karunia-Nya, perbuatan kita sama seperti menyalibkan-Nya lagi. Kita tidak lebih baik daripada orang- orang Yahudi yang walaupun telah menerima kesembuhan dan kemurahan Yesus, tetapi membalas-Nya dengan memaku kaki dan tangan-Nya di kayu salib.

    Sembunyikan Jawaban

  • 15:29-32

    6a.

    Tuliskanlah hinaan dan hujatan yang dilancarkan kepada Yesus.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Menyimpangkan dan menertawakan perkataan Yesus tentang membangun kembali Bait Allah dalam waktu tiga hari (29); menantang-Nya turun dari salib (30, 32); mengolok-Nya bahwa Ia tidak dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri (31); mengolok sebutan-Nya sebagai Mesias dan raja (32); mengejek dengan berpura-pura menunggu Elia menyelamatkan Yesus (36).

    Sembunyikan Jawaban

  • 6b.

    Bagaimanakah hujatan dan hinaan yang diucapkan orang- orang menunjukkan ketidaktahuan mereka?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Di bagian ayat ini, orang-orang dua kali salah menafsirkan atau keliru mendengarkan Yesus, dan menertawakan-Nya. Pertama, mereka dengan buta mengulangi pengakuan palsu mengenai apa yang Yesus katakan perihal Bait Allah (Ref. Pelajaran 23, Pertanyaan 7). Kedua, ketika Yesus berseru kepada Allah (“Eli”), mereka mengira Yesus sedang memanggil Elia. Mereka mengira Yesus hanya seorang nabi gagal yang lebih kecil daripada Elia (Mrk. 8:28). Mereka berulang kali menantang Yesus untuk turun dari salib, tidak menyadari bahwa mereka berbicara melawan kehendak Allah. Hati mereka begitu keras sehingga tiga jam kegelapan menjelang kematian Yesus pun tidak mereka sadari (33, 35-36). Mereka berkeras tidak mau bertobat.

    Sembunyikan Jawaban

  • 7.

    Apakah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat akan menjadi percaya apabila Yesus turun dari kayu salib, seperti yang mereka katakan (32)?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Tidak, para imam kepala dan ahli-ahli Taurat tidak akan percaya. Mereka hanya berkata demikian karena Yesus tampaknya akan mati di kayu salib. Bukti lain yang menunjukkan ketidakpercayaan mereka adalah upaya mereka menutup-nutupi kebenaran kebangkitan Yesus (Mat 28:11-15). Seperti yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus, karena mereka telah menolak firman Allah, mereka tidak akan terbujuk walaupun salah satu dari mereka bangkit dari kubur (Luk. 16:30-31).

    Sembunyikan Jawaban

  • 8.

    Mengapa Yesus tidak menyelamatkan diri-Nya dan turun dari salib?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Yesus tidak turun dari salib- Nya karena alasan yang sama mengapa Ia tidak meminta Bapa mengirim balatentara surga untuk melindungi-Nya (Ref. Mat. 26:53-54). Setelah Yesus berdoa di Taman Getsemani, Ia berketetapan untuk menggenapi Kitab Suci (Mrk. 14:49). Pelayanan-Nya di bumi sudah berakhir; tidak ada gunanya lagi diam lebih lama di dunia. Apabila Yesus tidak menderita dan mati, bagaimanakah Ia dapat bangkit untuk membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan dosa dan maut? Apabila Ia memilih untuk menyelamatkan diri-Nya, hari ini kita tidak akan mempunyai pengharapan keselamatan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 9.

    Bagaimanakah salib menjadi batu sandungan (1Kor. 1:23) bagi orang-orang yang menolak Yesus?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Orang-orang tidak mau menerima gagasan bahwa mereka akan diselamatkan melalui salib, sebuah lambang malu dan aib. Mereka tidak mau percaya, walaupun Yesus telah dengan jelas menunjukkan kebenaran kepada mereka. Mereka percaya pada hikmat mereka sendiri dan menganggap Yesus bodoh. “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat.” (1Kor. 1:27) Karena hikmat kita tidak berarti dibandingkan dengan hikmat Allah yang tanpa batas, kita harus percaya pada firman-Nya dengan rendah hati.

    Sembunyikan Jawaban

  • 10.

    Siapakah yang Yesus ampuni saat Ia tergantung di kayu salib? (Ref. 23:34, 40-43). Dari sini, apakah yang diajarkan kepada kita tentang pengampunan?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ketika salah satu perampok yang disalibkan bertobat, Yesus mengampuninya (Luk. 23:40-43). Ia juga mengampuni orang-orang yang menolak-Nya (Luk. 23:34). “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Rm. 5:6-8) Melalui teladan-Nya, Kristus mengajarkan untuk mengampuni, tanpa diminta. Pengampunan seperti inilah yang dimohonkan Paulus kepada Filemon bagi Onesimus (Flm. 15- 18, 21).

    Sembunyikan Jawaban

  • 11.

    Walaupun kedua perampok melontarkan hinaan kepada Yesus (32), salah satu di antara mereka kemudian bertobat (Ref. 23:40-42). Dari sini, apakah yang Anda pelajari tentang bagaimana seseorang mungkin datang kepada Kristus?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Perampok yang kemudian bertobat mungkin awalnya mendasarkan pendapatnya tentang Yesus pada apa yang dikatakan banyak orang. Tetapi ketika ia melihat sendiri siapakah Yesus, ia menyadari bahwa orang-orang telah keliru. Kata-kata pengampunan dan kasih dari Yesus (Luk. 23:34, 40-43; Yoh. 19:25-27) meyakinkannya untuk percaya. Hari ini, seseorang mungkin memegang keyakinan yang salah tentang iman kita. Kata-kata dan perbuatan kita harus menunjukkan kasih Kristus, agar mereka juga dapat bertobat dan percaya kepada Yesus.

    Sembunyikan Jawaban

  • 15:33-41

    12a.

    Tanda-tanda ajaib apakah yang terjadi ketika Yesus berada di kayu salib?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Selama tiga jam terakhir masa hidup Yesus, kegelapan meliputi seluruh wilayah itu (33). Saat Ia mati, tabir Bait Suci terbelah dari atas ke bawah (38). Ada peristiwa-peristiwa lain yang dicatat di Matius 27:51-52.

    Sembunyikan Jawaban

  • 12b.

    Apakah makna tanda-tanda ini? (Ref. Amo. 8:9; Ibr. 10:19-20)

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Tanda-tanda ini menunjukkan kuasa rohani dan pentingnya kematian Yesus. Kegelapan adalah tanda berkabung atas penderitaan Yesus (Amo. 8:9). Tabir yang terbelah melambangkan bagaimana Yesus membelah tubuh-Nya agar kita dapat memasuki Tempat Maha Kudus, agar dapat secara langsung menerima pengampunan Allah.

    Sembunyikan Jawaban

  • 13.

    Bandingkanlah seruan Yesus (“Allahku”) dengan doa-Nya (“Bapa”) di Getsemani (Mrk. 14:36). Bagaimanakah Yesus ditinggalkan oleh Allah (34)?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Di Getsemani, Yesus berdoa kepada “Ya Abba, ya ” Namun, pada saat penderitaan-Nya yang terberat, Yesus terputus dari Bapa. Ia mengalami penderitaan upah dosa – kematian kekal, ditinggalkan oleh Allah (Rm. 6:23). Di kayu salib, Yesus tidak lagi merasakan kehadiran Bapa-Nya. Saat Ia memikul beban dosa seluruh umat manusia, Ia ditinggalkan. Saat Ia berseru, Ia merasa seakan-akan Allah tidak menjawab (Mzm. 22:2). Kegelapan atas daerah itu melambangkan penderitaan Roh-Nya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 14a.

    Bandingkanlah iman kepala pasukan dengan iman orang-orang Yahudi.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Tidak seperti orang-orang yang menyalibkan Yesus, kepala pasukan itu peka dengan apa yang ia lihat dan dengarkan.

    Setelah hanya beberapa jam menyaksikan dan mengalami pengalaman dengan Yesus, ia yakin dan pasti bahwa Yesus adalah Anak Allah. Ia melihat bagaimana Yesus mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya. Ia pastilah menyadari bahwa kegelapan di atas daerah itu mengandung makna. Ia mendengarkan seruan pahit Yesus kepada Allah. Kuasa dan kasih Yesus mendesaknya untuk menyatakan kebenaran yang sekarang ia yakini.

    Sembunyikan Jawaban

  • 14b.

    Di Alkitab NKJV, kepala penjara menggunakan kalimat past- tense, “Truly this man was the Son of God!” Dari sini, apakah yang dapat Anda ketahui tentang pemahaman kepala pasukan tentang Yesus Kristus? Apakah yang dapat kita pelajari dari perwira ini mengenai bertumbuh dalam pengetahuan rohani?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Pengertian kepala pasukan tentang Yesus tidak lengkap. Ia mengira saat kematian Yesus adalah akhir, dan tidak menyadari bahwa Yesus akan bangkit kembali. Dan Yesus tetap hidup hingga hari ini. Ia adalah Anak Allah!

    Dalam perihal iman, kepala penjara berada jauh di depan orang-orang Yahudi (termasuk imam- imam kepala dan ahli-ahli Taurat); ia melihat apa yang Yesus lakukan dan percaya. Namun apabila pengertiannya hanya sampai di situ, ia mungkin meratap karena tidak mengenal Yesus lebih awal dan melewatkan kesempatan untuk mengenal Kristus dengan lebih baik. Saat kita mengalami kuasa Tuhan Yesus, kita harus terus bertumbuh dalam hikmat rohani. Semakin banyak yang kita pelajari, semakin yakinlah kita dengan apa yang kita percayai. Semakin kita percaya, semakin Allah mengajarkan kita.

    Sembunyikan Jawaban

  • 15.

    Apakah makna kematian Yesus bagi Anda? (Ref. 10:19-31; 2Kor. 5:14-15; 1Yoh. 3:17-19).

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Kematian Yesus adalah teladan kasih yang terbesar (1Yoh. 3:16). Ia mati untuk membasuh dosa- dosa kita, agar kita dapat datang kepada Allah dengan nurani yang murni (Ibr. 10:22). Apabila kita sungguh-sungguh yakin bahwa Kristus mati bagi kita, kita tidak lagi mau hidup untuk diri kita sendiri (2Kor. 5:14-15). Kita harus mengikuti teladan Kristus dan mengasihi saudara-saudari kita (1Yoh. 3:17-19). Apabila kita dengan sengaja terus berbuat dosa setelah menerima pengetahuan kebenaran, maka kita akan dihakimi (Ibr. 10:26-27, 29).

    Sembunyikan Jawaban

  • 16.

    Apakah Anda takut mati? Mengapa? Mengapa tidak?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 15:42-47

    17.

    Yesus berada di kayu salib dalam waktu yang relatif sebentar sebelum Ia meninggal (Ref. Tahukah Anda 6). Apakah yang kita ketahui dari kebenaran ini? (Renungkanlah sehubungan dengan penderitaan jasmani Yesus).

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Yesus melayani dengan segenap kekuatan-Nya. Ia mengabdikan seluruh tenaga-Nya dalam pelayanan – mengajar, menyembuhkan, mengampuni dosa, dan lainnya. Di salib, Ia akhirnya menyerahkan kekuatan-Nya yang Penyiksaan lahiriah yang Ia derita sangatlah berat. Terputusnya hubungan-Nya dengan Allah memberangus pengharapan- Nya. Tidak ada orang yang dapat bertahan sedemikian lama di dalam keadaan seperti itu.

    Pendeknya waktu Yesus berada di atas kayu salib mungkin juga menunjukkan belas kasihan Allah saat kita menderita. Allah Bapa tidak membiarkan siapa pun menderita lebih dari yang diperlukan (1Kor. 10:13). Saat kita “mengakhiri pertandingan yang baik” (2Tim. 4:7) bagi Tuhan, kita tidak perlu takut dengan kematian. Mati bagi Tuhan adalah berkat, karena kita tidak lagi perlu menderita di dunia yang penuh dosa (Ref. Luk. 16:20- 22; 1Raj. 14:12-13). Akan ada “mahkota kebenaran” (2Tim. 4:8) yang menantikan kita di surga, di mana “tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita.” (Why. 21:4)

    Sembunyikan Jawaban

  • 18.

    Apakah yang dilakukan Yusuf dari Arimatea setelah Yesus mati? Apakah kita kita pelajari tentang mempunyai iman yang disertai dengan perbuatan (Yak. 2:14-26)?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Dengan “memberanikan diri” (43), ia minta jenazah Yesus dari Pilatus. Ia menyediakan kubur, kain lenan (46), dan sejumlah besar rempah-rempah (Yoh. 19:39). Ia dan Nikodemus secara pribadi mempersiapkan jenazah Yesus (Yoh. 19:39-40). Keduanya diam-diam adalah murid-murid Yesus (Nikodemus datang kepada Yesus pada malam hari [Yoh. 3:1-2]), tetapi sekarang keduanya tidak lagi takut menyatakan iman mereka. Kadang-kadang menjalankan iman kita melibatkan “resiko” (Ed: contoh sederhananya, berdoa sebelum makan di food- court). Orang-orang akan menyadari bahwa kita adalah orang Kristen. Kadang hal itu menjadi hal yang baik, tetapi juga bisa tidak mengenakkan. Kita mungkin menghadapi rasa malu di hadapan orang-orang tidak percaya. Kita mungkin harus mengorbankan waktu, tenaga, dan uang. Tetapi Yakobus mengingatkan kita, “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah ” (Yak. 2:26)

    Sembunyikan Jawaban