Latar Belakang

Menyorot kehidupan Yakub di rumah Laban, Alkitab menceritakan tentang dua istri Yakub, Lea dan Rahel. Perseteruan antara Lea dan Rahel tampak nyata sepanjang narasi ini. Dari perseteruan mereka, kita mendapatkan pelajaran berharga mengenai bagaimana menyikapi persaingan, bersandar kepada kemurahan Allah dan hubungan dalam pernikahan.

Ayat-ayat Kunci

(“Berkatalah Rahel: ‘Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan akupun menang.’ Maka ia menamai anak itu Naftali.” Kejadian 30:8)

Apakah Anda Tahu...?

  1. “Lea tidak dicintai” (29:31): dalam bahasa Ibrani, ungkapan ini dapat diterjemahkan langsung sebagai: “Lea dibenci”.
  2. Ruben (29:32) secara harfiah berasal dari akar kata Ibrani “melihat” dan “anak laki-laki”. Jadi nama ini dapat diterjemahkan sebagai: “Lihat, seorang anak laki-laki.”
  3. Simeon (29:33): nama ini secara harfiah berasal dari kata kerja primer bahasa Ibrani “mendengar”.
  4. Lewi (29:34) berasal dari akar kata “menyatukan” atau “membuat tertarik” dalam bahasa Ibrani.
  5. Yehuda (29:35) dapat diterjemahkan langsung dalam bahasa Ibrani sebagai “mengucap syukur”.
  6. Dan (30:6) berasal dari akar kata Ibrani “hakim”.
  7. Naftali (30:8): Kata ini dapat diterjemahkan langsung dalam bahasa Ibrani sebagai “pergumulanku”.
  8. Gad (30:11) berasal dari kata Ibrani “keberuntungan”.
  9. Asyer (30:13) dalam bahasa Ibrani secara harfiah berarti “yang gembira”.
  10. Dudaim (30:14): adalah tanaman tak bertangkau dengan daun berbentuk lonjong, bunga berwarna ungu dan buahnya ketika masak berwarna kuning cerah atau jingga “pada musim menuai gandum” (Kej. 30:14). Buah dan akar yang bercabang, yang menyerupai bentuk tubuh manusia, secara tradisional digunakan untuk membangkitkan berahi dan menghasilkan kehamilan (karenanya buah ini disebut “apel cinta” dalam beberapa Alkitab bahasa Inggris). Bau buah dudaim tidak menyenangkan bagi sebagian besar orang Barat, tetapi tampaknya dianggap wangi di masa Perjanjian Lama (Kid. 7:13).126
  11. Isakhar (30:18) dapat ditelusuri dari perkataan Ibrani “ada ganti rugi”, yang juga mempunyai penyebutan yang serupa dengan kata “sewa” di Kejadian 30:16.
  12. “Sekali ini suamiku akan tinggal bersama-sama dengan aku” (30:20): Ungkapan ini juga dapat diterjemahkan langsung dalam bahasa Ibrani sebagai “Sekarang dan seterusnya, kiranya suamiku menghormati aku.”
  13. Zebulon (30:20) secara harfiah berasal dari kata “kediaman” dalam bahasa Ibrani.
  14. Dina (30:21): Nama ini dapat mempunyai akar pengartian yang sama dari nama “Dan”.
  15. Yusuf (30:24) dapat diterjemahkan secara harfiah sebagai ungkapan dalam bahasa Ibrani “Ia akan menambahkan.”

Garis Besar

Analisa Bagian

  • 29:31-35

    1.

    Setelah menikah, bagaimanakah Yakub memperlakukan Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Setelah menikah, Lea tidak dicintai suaminya, Yakub (Kej. 29:31). Bahkan setelah melahirkan anak kedua, Yakub masih tidak dekat dengannya (Kej. 29:34). Penderitaan yang dialami Lea adalah penderitaan batin: tidak disayangi, tidak diperhatikan, dan tidak dicintai suaminya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 2a.

    Bagaimanakah TUHAN menanggapi hidup pernikahan Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ketika TUHAN melihat bahwa Yakub tidak mencintai Lea, TUHAN membuka kandungan Lea (Kej. 29:31).

    Sembunyikan Jawaban

  • 2b.

    Pelajaran apakah yang kita dapatkan dari tanggapan TUHAN atas pernikahan Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    TUHAN melihat bahwa Lea tidak dicintai (Kej. 29:31). Kalimat ini menunjukkan pada kita bahwa Allah peduli pada hidup pernikahan kita, terutama hubungan erat antara suami dan istri. Karena Allah-lah yang menetapkan pernikahan (Kej. 2:18, 23-24), Ia peduli pada penyatuan cinta antara suami dan istri. Jadi, Rasul Paulus menyebutkan dalam suratnya pada jemaat di Efesus bahwa suami harus mencintai istrinya, sama seperti Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diri-Nya bagi gereja (Ef. 5:25). Nasihat Paulus berlaku sebagai pelajaran bagi kita bahwa hubungan cinta dalam pernikahan sangatlah penting untuk menunjukkan pengajaran hubungan yang serupa dengan Kristus.

    Selain itu, menjawab kebencian Yakub pada Lea, TUHAN membuka kandungan Lea (Kej. 29:31). Perbuatan Allah menunjukkan belas kasihan-Nya pada Lea yang tidak dicintai dan diabaikan. Walaupun tidak dicintai, Allah memberikan kesempatan bagi Lea untuk melahirkan anak sulung – hak untuk meneruskan warisan keluarga (Ul. 21:15-17) dan keturunan keluarga (Kej. 15:3-4). Menurut Kejadian 39:33-34, dari kelahiran anaknya, Lea berharap untuk memperoleh cinta dan menjadi erat dengan suaminya. Hari ini, kelahiran anak seharusnya tidak saja menjadi berkat bagi bertambahnya anggota keluarga, tetapi juga menjadi berkat untuk menguatkan hubungan antara suami dengan istrinya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 2c.

    Bagikanlah pengalaman bagaimana Allah menolong meringankan perselisihan dalam pernikahan Anda atau orang lain.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban

  • 3a.

    Perhatikanlah bagaimana nama-nama empat anak Lea yang pertama menunjukkan rasa syukurnya kepada TUHAN. Ruben:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penamaan Ruben menunjukkan permohonan Lea kepada TUHAN mengenai suaminya yang tidak mencintainya. Lea memperoleh penghiburan ketika Ruben lahir dan ia berharap agar suaminya akan mencintainya (Kej. 29:32).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3b.

    Simeon:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penamaan anak kedua Lea menunjukkan rasa syukurnya karena doanya telah didengar oleh TUHAN. Walaupun Lea sudah melahirkan anak sulung, sebagai ahli waris dan keturunan Yakub, ia masih tidak dicintai (Kej. 29:33). Jadi Allah menghiburnya melalui anak kedua, Simeon.

    Sembunyikan Jawaban

  • 3c.

    Lewi:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Lea menamakan anak ketiganya Lewi, untuk menyatakan permohonannya dalam hidup pernikahannya yang menderita. Walaupun ia sudah melahirkan dua anak laki-laki, suaminya masih tidak mau erat dengannya (Kej. 29:34). Jadi penamaan Lewi menunjukkan pengharapan Lea agar kelahiran anak laki-lakinya yang ketiga akan menjadi penghubung antara suaminya dengan dirinya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 3d.

    Yehuda:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Melalui penamaan Yehuda, anak laki-laki keempat, Lea menyimpulkan rasa syukurnya kepada TUHAN. Lea merasa berkat TUHAN yang berlimpah dari karunia empat anak laki-laki (Kej. 29:35). Lebih lanjut, Lea tidak menyebutkan tentang penderitaannya, menunjukkan bahwa Lea telah menerima nasibnya sebagai istri kedua (Kej. 33:2) dan bersyukur kepada Allah atas berkat-berkat yang Ia berikan, dan tidak terpaku pada penderitaan-penderitaan batinnya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 30:1-8

    4a.

    Apakah yang menyebabkan Rahel iri kepada Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Rahel sangat iri kepada kakaknya karena ia melihat Lea sudah melahirkan empat anak laki-laki bagi Yakub, tetapi Rahel tidak dapat melahirkan anak bagi suaminya (Kej. 30:1).

    Sembunyikan Jawaban

  • 4b.

    Bagaimanakah Rahel menyikapi rasa iri hatinya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Dalam rasa irinya, Rahel berkata kepada Yakub, “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” (Kej. 30:1) Rahel menyalahkan kemandulannya pada suaminya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 4c.

    Bandingkanlah sikap Rahel atas kemandulannya dengan sikap Hana. Lihat juga 1Sam. 1:10-11.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Dalam kemandulannya, bukan saja Rahel iri hati pada kakaknya, Lea, ia juga berkeluh kesah dan menyalahkan Yakub, suaminya, seakan-akan suaminyalah yang tidak mau memberikan anak (Kej. 30:1). Sebaliknya, Hana berdoa kepada TUHAN memanjatkan permohonannya, menceritakan penderitaan dan kepedihan hatinya, dengan mengetahui bahwa Allah-lah yang berkuasa memberikan anak baginya. Bahkan dalam doanya, Hana bersumpah kepada TUHAN untuk menyerahkan anak sulungnya kepada Tuhan (1Sam. 1:10-11).

    Sembunyikan Jawaban

  • 5a.

    Bagaimanakah Yakub menyikapi perkataan Rahel? Mengapa ia bersikap demikian?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Mendengar perkataan Rahel, Yakub marah kepadanya. Ia berkata, “Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” (Kej. 30:2) Kemarahan Yakub kepada Rahel adalah karena Rahel menyalahkannya. Rahel menuduh Yakub menghalanginya mendapatkan anak. Tetapi Yakub menjawab bahwa tuduhan itu sama seperti menempatkan suami sebagai Allah sendiri yang berkuasa membuka kandungan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 5b.

    Bandingkanlah sikap Yakub pada kemandulan dengan sikap Ishak.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Yakub marah dan membela diri terhadap Rahel, istrinya yang mandul. Sebaliknya, Ishak berdoa memohon kepada TUHAN bagi istrinya, Ribka (Kej. 25:21). Ketimbang saling menyalahkan kemandulan, Ishak memohon belas kasihan TUHAN untuk membuka kandungan Ribka.

    Sembunyikan Jawaban

  • 5c.

    Apakah yang dapat kita pelajari tentang kehamilan dari contoh Rahel dan Yakub?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Dari contoh Rahel dan Yakub, Ribka dan Ishak, kita mengetahui bahwa kehamilan berasal dari Tuhan. Banyak pasangan suami-istri berusaha mendapatkan kehamilan melalui cara-cara medis yang mahal tanpa mendapatkan hasil, sementara suami-istri yang lain tampaknya tak memerlukan banyak usaha untuk memperoleh banyak anak. Ada banyak kesaksian dari jemaat gereja kita yang mandul tetapi pada akhirnya menerima kemurahan Allah, melalui doa permohonan dengan mencucurkan air mata.

    Sembunyikan Jawaban

  • 6a.

    Bagaimanakah Rahel menghadapi kemandulannya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Rahel menghadapi kemandulannya dengan menyerahkan hamba perempuannya kepada Yakub, Bilha, sebagai istrinya (Kej. 30:3-4). Melalui Bilha, Rahel berharap untuk mendapatkan anak di pangkuannya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 6b.

    Perhatikanlah kesamaan antara tindakan Rahel dan Sara menghadapi kemandulan mereka.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Menyadari kemandulan mereka, baik Rahel maupun Sara menyerahkan hamba perempuan mereka kepada suami mereka. Melalui hamba-hamba itu, Rahel dan Sara berharap untuk memperoleh anak bagi diri mereka sendiri (Kej. 16:1-2). Baik Rahel dan Sara merasa bahwa buah kandungan mereka tertutup. Sara menganggap bahwa TUHAN telah menghalangi kandungannya, sementara Rahel menganggap suaminya-lah, Yakub, yang menghalanginya mendapatkan anak (Kej. 16:2, 30:1-2).

    Sembunyikan Jawaban

  • 7a.

    Bagaimanakah penamaan anak-anak Bilha di Kejadian 30:6-8 menunjukkan sifat Rahel? Dan:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penamaan Dan menunjukkan iri hati Rahel karena kemandulannya. Rahel melibatkan Allah untuk berpihak kepadanya. Ketika menamakan Dan, Rahel berkata, “Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki.” (Kej. 30:6) Perkara Rahel adalah persoalan mendapatkan anak laki-laki. Lea yang tidak dicintai dapat melahirkan empat anak laki-laki; tetapi Rahel, yang dicintai, mandul dan tidak dapat melahirkan anak bagi suaminya. Jadi dari sudut pandang Rahel, kelahiran anaknya melalui hamba perempuannya, Bilha, adalah perbuatan keadilan Allah pada kemandulannya. Rahel menjadikan persoalannya dengan Lea menjadi suatu permusuhan. Rahel menunjukkan sifatnya yang mementingkan diri sendiri ketika ia tidak mau menerima kemandulannya dan menginginkan agar Allah berpihak kepadanya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 7b.

    Naftali:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penamaan Naftali menyimpulkan persaingan Rahel dengan kakaknya, Lea. Ketika menamakan Naftali, Rahel berkata, “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan aku pun menang.” (Kej. 30:8) Perseteruan besar ini adalah persaingan Rahel dengan Lea, dalam kemampuan memberikan anak-anak bagi Yakub, suami mereka. Di mata Rahel, kelahiran anak laki-laki kedua melalui Bilha menunjukkan bahwa ia telah menang. Rahel adalah jenis orang yang tidak mau menerima kekalahan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 30:9-16

    8.

    Bagaimanakah kecemburuan dan persaingan Rahel mempengaruhi Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ketika Lea melihat bahwa ia tidak dapat lagi melahirkan anak, ia mengambil Zilpa, hamba perempuannya, dan menyerahkannya kepada Yakub sebagai istrinya (Kej. 30:9). Lea mengikuti Rahel dengan memberikan hamba perempuan untuk menjadi istri Yakub, agar ia dapat terus memberikan anak.

    Sembunyikan Jawaban

  • 9.

    Bagaimanakah penamaan anak-anak Zilpa menunjukkan rasa syukur Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Lea menamakan anak-anaknya dari Zilpa dengan nama Gad dan Asyer, yang dalam bahasa Ibrani dapat diterjemahkan langsung sebagai “keberuntungan” dan “yang gembira”. Walaupun Lea tidak dicintai, ia bersyukur atas tambahan anak-anak yang ia dapatkan dari Zilpa. Rasa syukur Lea di tengah penderitaan pernikahannya dapat terlihat dari ungkapan kegembiraannya setelah kelahiran Asyer (Kej. 30:13).

    Sembunyikan Jawaban

  • 10a.

    Bagaimanakah perseteruan antara Lea dan Rahel meningkat?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Perseteruan antara Lea dan Rahel membesar ketika Rahel meminta buah dudaim yang Ruben bawa bagi Lea (Kej. 30:14-15).

    Sembunyikan Jawaban

  • 10b.

    Mengapa permintaan Rahel menyebabkan pembalasan dari Lea?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Menanggapi permintaan dudaim dari Rahel, Lea menjawab, “Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?” (Kej. 30:15) Menurut Lea, Rahel sudah merebut Yakub darinya dan sekarang Rahel juga ingin merebut buah dudaim Lea. Buah dudaim di masa kuno dikenal sebagai pembangkit berahi dan kehamilan. Jadi dengan meminta buah dudaim dari Lea, berarti walaupun Rahel sudah memenangkan cinta Yakub, Rahel masih ingin memegang Yakub bagi dirinya sendiri.

    Sembunyikan Jawaban

  • 11a.

    Apakah yang dapat kita ketahui dari Kejadian 30:15-16 mengenai: Dominasi Rahel:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Karena menginginkan buah dudaim, Rahel mengizinkan Yakub tidur dengan Lea malam itu (Kej. 30:15). Dengan kata lain, Lea tidak dapat tidur bersama Yakub tanpa seizin Rahel.

    Sembunyikan Jawaban

  • 11b.

    Dilema Yakub:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Setelah pulang dari padang, tanpa menyadari perseteruan yang semakin memburuk antara Lea dan Rahel, Yakub terpaksa mengikuti persetujuan yang terjadi di antara dua kakak-adik – untuk tidur bersama Lea malam itu (Kej. 30:16). Walaupun Yakub mencintai Rahel, ia disewakan untuk tidur dengan Lea yang tidak dicintainya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 11c.

    Kesabaran Lea:

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Dengan menerima nasib bahwa ia tidak dicintai, Lea berusaha keras untuk dapat bersama-sama dengan Yakub. Lea menanti Yakub sampai ia pulang dari padang pada waktu petang dan menemuinya (Kej. 30:16). Karena pertukaran buah dudaim hanya untuk satu malam bersama Yakub, Lea memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunggu sampai Yakub pulang.

    Sembunyikan Jawaban

  • 30:17-24

    12a.

    Tuliskanlah beberapa ayat dari Alkitab yang menunjukkan bahwa “Allah mendengar” seruan penderitaan kita.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah mendengarkan Lea dan Rahel, dan juga mendengarkan penderitaan orang-orang dalam Alkitab:

    1. Allah mendengar seruan Ismael muda ketika ia kehabisan air di padang gurun (Kej. 21:17).
    2. Allah mendengar keluh kesah bangsa Israel karena perbudakan di Mesir (Kel. 2:24).
    3. Tuhan mendengar suara Israel karena musuh mereka, orang-orang Kanaan (Bil. 21:3).
    4. Tuhan mendengar seruan Israel karena penderitaan, jerih lelah, dan penjajahan (Ul. 26:7).
    5. Tuhan mendengar doa dan seruan pemazmur (Mzm. 40:1, 55:17).
    Sembunyikan Jawaban

  • 12b.

    Apakah yang dapat kita pelajari dari perkataan “Allah mendengarkan/ingatlah Allah” dalam konteks di Kejadian 30:17, 22?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah mendengarkan permohonan Lea dan juga permohonan Rahel. Walaupun kakak-adik ini berseteru, keduanya memikul penderitaan mereka masing-masing. Lea tidak dicintai oleh suaminya. Sementara itu, Rahel menjadi celaan orang-orang karena kemandulannya. Pada akhirnya, Allah mendengar permohonan dan keputusasaan mereka, dan memberikan penghiburan yang mereka butuhkan.

    Dari contoh-contoh Lea dan Rahel, kita belajar bahwa Tuhan bukan saja melihat kesulitan yang kita hadapi, tetapi Ia juga “menunggu” kita berseru memohon pertolongan-Nya dan belas kasihan-Nya. Di satu sisi, kita “terlalu sibuk” dan “terlalu angkuh” untuk berseru memohon pertolongan Allah, dan hanya mengandalkan kekuatan sendiri untuk memecahkan masalah yang kita hadapi, sampai akhirnya kita menyadari bahwa kekuatan kita tidak ada gunanya. Di sisi lain, kita “terlalu putus asa”, mengira pertolongan Tuhan tidak akan datang. Tetapi pemazmur di Mazmur 40:1 menegur kita bahwa menunggu dengan sabar adalah persyaratan agar Tuhan menjawab seruan kita. Contoh Lea dan Rahel menunjukkan pada kita bahwa Allah mendengar dan memberikan penghiburan yang kita butuhkan pada waktunya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 13a.

    Bagaimanakah penamaan anak-anak Lea lainnya menunjukkan: Perasaan Lea pada hidup pernikahannya (Isakhar):

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Kelahiran Isakhar bagi Lea adalah berkat yang tak terduga. Sebelumnya, Lea sudah berhenti melahirkan anak (Kej. 30:9), sehingga ia menyerahkan Zilpa kepada Yakub sebagai ibu pengganti untuk terus menghasilkan anak. Ketika Isakhar lahir, Lea merasa bahwa Allah sekarang memberinya upah (Kej. 30:18) atas kesabarannya menerima nasibnya yang tidak dicintai dan tidak lagi dapat melahirkan setelah melahirkan empat anak laki-laki.

    Sembunyikan Jawaban

  • 13b.

    Hubungan Lea dengan suaminya (Zebulon):

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Kelahiran Zebulon juga merupakan kejutan bagi Lea. Kelahiran Zebulon menunjukkan bahwa Yakub sekarang akan tinggal bersama Lea lagi karena Lea sudah memberikan enam anak laki-laki bagi Yakub, yang secara keseluruhan lebih banyak daripada Bilha, Zilpa, dan Rahel sekaligus. Jadi, Lea merasa bahwa melalui Zebulon, Allah telah memberikan hadiah yang indah bagi Lea (Kej. 30:20).

    Sembunyikan Jawaban

  • 14a.

    Dari Kejadian 30:22-24, apakah yang dapat kita ketahui tentang penyerahan Rahel pada kehendak Allah?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Sampai pada saat itu, walaupun Rahel dicintai suaminya, ia merasa hidupnya dan hidup pernikahannya hanyalah celaan (Kej. 30:23) bagi orang-orang di sekelilingnya. Menyadari bahwa ia mandul, Rahel ingin mendapatkan anak melalui usahanya sendiri dengan menyerahkan hamba perempuannya untuk menjadi ibu pengganti dan dengan memakan buah dudaim. Namun semua usahanya itu tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, Rahel harus menyerah pada kuasa dan kehendak Allah, mengakui bahwa Tuhan-lah yang dapat memberinya anak pada waktu-Nya dan menurut kehendak-Nya.

    Sembunyikan Jawaban

  • 14b.

    Bagaimanakah penamaan Yusuf menunjukkan perubahan iman Rahel dibandingkan dengan penamaan dua anaknya sebelumnya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Sebelumnya, penamaan Dan dan Naftali menunjukkan dendam pribadi Rahel terhadap Lea dalam persaingannya untuk memberikan keturunan bagi Yakub. Lebih lanjut, penamaan dua anak laki-laki itu juga menunjukkan egoisme dan ambisi Rahel dengan maksud untuk memenangkan perseteruan dengan kakaknya (Kej. 30:6-8). Sekarang, dengan memberikan nama Yusuf pada anaknya, kita dapat melihat perubahan dalam diri Rahel. Nama Yusuf mengandung makna “mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku.” (Kej. 30:24) Jadi, Rahel sekarang tunduk pada kemahakuasaan Tuhan, dan menyadari bahwa Tuhan-lah yang berkuasa memberinya anak, yang menghapuskan aibnya dan memberinya anak kandung (Kej. 30:23-24).

    Sembunyikan Jawaban

  • 15.

    Ceritakanlah alasan dan makna nama-nama yang Anda berikan pada anak-anak Anda.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    (Jawaban ini kosong)
    Sembunyikan Jawaban