Latar Belakang

Setelah air bah, Alkitab menyebutkan tentang penetapan perjanjian antara Allah dengan Nuh dan keturunannya. Di sini, Nuh dan keturunannya kembali pada kehidupan sehari-hari di bumi yang telah kering. Alkitab membawa kita lebih mendalam pada peringatan akan kesetiaan dan kesabaran Allah pada umat manusia melalui perjanjian-Nya.

Ayat-ayat Kunci

(“Maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.” Kejadian 9:15)

Apakah Anda Tahu...?

  1. Kanaan (9:24-25) adalah anak keempat Ham (10:6) dan kemudian menjadi leluhur orang-orang Kanaan (10:18).
  2. Kebun Anggur (9:20): dalam budaya Timur Tengah, kebun anggur ditanam agar buah-buahnya dapat dimakan segar (Ul. 20:6, 28:30; 2Raj. 19:29; Yer. 31:5), dikeringkan menjadi kismis (1Sam. 25:18; 1Taw. 16:3) dan diperas menjadi sari buah anggur (Mat. 26:29; Mrk. 14:24-25), atau menjadi anggur fermentasi (1Taw. 27:27).
  3. Hamba yang paling hina (9:25): Bangsa Kanaan jatuh ke dalam perbudakan di masa Yosua (Yos. 9:23) dan tenaga kerja paksa di masa Raja Salomo (1Raj. 9:20). Menurut Noll, bangsa Kanaan berada di bawah pemerintahan Asyur (Asyur anak Sem), Babel (Babilonia adalah kerajaan yang didirikan oleh Nimrod, keturunan Ham), Persia, Yunani, dan Romawi. Kamus Alkitab Smith menjelaskan bagaimana istilah “Kanaan” juga dapat digunakan untuk mereferensikan penduduk seluruh wilayah Kanaan, seperti orang-orang Amori, Het, Feris, Hewi, dan Yebus (1Raj. 9:20).
  4. Meluaskan (9:27): Nama Yafet terdengar seperti kata bahasa Ibrani untuk “meluaskan”.

Garis Besar

  • Berkat dan Perintah Allah kepada Nuh
  • Perjanjian Allah dengan Nuh
  • Hidup Nuh di Luar Bahtera

Analisa Bagian

  • 9:1-7

    1a.

    Apakah berkat-berkat TUHAN bagi Nuh dan anak-anaknya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah memberkati mereka untuk beranak cucu dan bertambah banyak serta memenuhi bumi. Lalu, segala binatang di bumi dan burung di udara dan ikan di laut akan takut dan gentar kepada mereka, ke dalam tangan mereka segalanya diserahkan (Kej. 9:1, 2).

    Sembunyikan Jawaban

  • 1b.

    Bagaimanakah berkat-berkat bagi Nuh serupa dengan berkat-berkat Adam? Lihat juga Kej. 1:28.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Isi berkat-berkat Allah bagi Nuh serupa dengan berkat-berkat Allah bagi Adam. Di Kejadian 1:28 Allah berkata kepada umat manusia, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

    Sembunyikan Jawaban

  • 2.

    Apakah arti perkataan “Akan takut dan akan gentar kepadamu”?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Perkataan ini berarti TUHAN memberikan kuasa bagi umat manusia untuk menguasai segala binatang di bumi, setiap burung di udara, segala yang bergerak dan ikan-ikan di laut (Kej. 9:2). Inti perkataan ini serupa dengan perintah yang Allah berikan kepada Adam bahwa ia berkuasa atas segala makhluk hidup (Kej. 1:28).

    Lebih lanjut, kata “takut” dan “gentar” mempunyai beberapa makna dalam bahasa Ibrani. Pertama, takut dan gentar binatang-binatang kepada manusia dan segala yang bergerak di bumi kepada bangsa Israel (Kej. 9:2; Ul. 11:25). Kedua, takut dan gentar pada pekerjaan Allah yang penuh kuasa (Ul. 4:34, 26:8, 34:12; Yer. 32:21). Ketiga, rasa takut pada umat manusia atau rasa takut dan hormat yang mendalam pada TUHAN Allah (Yes. 8:12, 13; Mal. 1:6, 2:5; Mzm. 76:11).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3a.

    Apakah perintah-perintah Allah kepada Nuh dan keturunannya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah memerintahkan Nuh dan keturunannya agar segala yang bergerak yang hidup akan menjadi makanan mereka dan Allah juga memberikan semuanya itu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau (Kej. 9:3).

    Sembunyikan Jawaban

  • 3b.

    Apakah peringatan Allah kepada Nuh dan keturunannya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Pertama, Allah memperingatkan mereka untuk tidak memakan daging yang masih bernyawa, yaitu darahnya. Kedua, Allah memperingatkan mereka untuk tidak menumpahkan darah sesama manusia, karena TUHAN akan menuntut pembalasan (Kej. 9:4, 5).

    Sembunyikan Jawaban

  • 4.

    Apakah arti perkataan “dan kamu” bagi Nuh?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ketika Allah berkata kepada Nuh, “dan kamu,” perkataan ini mengandung pembedaan dan tanggung jawab. Orang lain mungkin dapat menumpahkan darah orang lain dan Allah pasti akan menuntut pembalasan darinya (Kej. 9:5, 6). Tetapi Nuh haruslah berbeda, terpisah dan tidak mengikuti perbuatan orang-orang seperti itu. Ia tidak mengikuti perbuatan-perbuatan orang yang tidak saleh, tetapi sebaliknya, Nuh bertanggung jawab untuk beranak cucu dan bertambah banyak, sampai tak terbilang banyaknya di atas bumi bagi TUHAN (Kej. 9:7).

     

    Sembunyikan Jawaban

  • 5.

    Tuliskanlah perbedaan-perbedaan antara perbuatan dosa manusia dengan kehendak Allah dari Kejadian 9:6-7.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Orang-orang jahat menumpahkan darah, merampas hidup orang lain dan merusak gambar dan rupa Allah; sementara TUHAN bermaksud agar kita berbuah, bertambah banyak dan memancarkan gambar dan rupa Allah di dunia.

    Sembunyikan Jawaban

  • 9:8-17

    6a.

    Dengan siapakah Allah mengikat perjanjian?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah menetapkan perjanjian-Nya dengan Nuh dan keturunan berikutnya, dan dengan segala yang hidup yang bersama-sama Nuh: burung-burung, ternak, dan setiap binatang di bumi, yang keluar dari bahtera (Kej. 9:9, 10).

    Sembunyikan Jawaban

  • 6b.

    Apakah isi perjanjian itu?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Allah mengikat perjanjian, “Bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” (Kej. 9:11)

    Sembunyikan Jawaban

  • 6c.

    Apakah tanda perjanjian itu?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    TUHAN menempatkan pelangi di awan sebagai tanda perjanjian antara Dia dengan bumi (Kej. 9:13).

    Sembunyikan Jawaban

  • 6d.

    Bagaimanakah TUHAN mengingat tanda perjanjian itu?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Apabila Tuhan mendatangkan awan di atas bumi, pelangi itu tampak di awan. Tuhan mengatakan, “Maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa.” (Kej. 9:14-17)

    Sembunyikan Jawaban

  • 6e.

    Tanda perjanjian ini dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan. Apakah pengetahuan ini mempengaruhi iman Anda? Mengapa tidak?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Walaupun ilmu pengetahuan dapat menjelaskan bagaimana pelangi terbentuk secara fisik, iman dapat menjawab maksud dan tujuan di balik pelangi itu sendiri. Walaupun kemunculan pelangi dapat dijelaskan panjang lebar lewat ilmu pengetahuan, pengetahuan itu tidak menghalangi kebenaran bahwa Allah menggunakan pelangi sebagai cara untuk menunjukkan tujuannya kepada kita, yaitu sebagai peringatan akan perjanjian yang Allah tetapkan dengan umat manusia, dengan segala yang hidup di bumi, bahwa Allah tidak akan lagi menghancurkan semua yang hidup dengan air bah di bumi.

    Sembunyikan Jawaban

  • 6f.

    Pengajaran-pengajaran apakah yang dapat kita peroleh dari tanda perjanjian ini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    1. Allah adalah Allah yang setia: TUHAN berkata bahwa ketika pelangi muncul di awan, Ia “akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal.” (Kej. 9:16) Bagi manusia, pelangi mungkin hanyalah sebuah fenomena alam yang indah, tidak lebih dari itu. Tetapi bagi TUHAN, Ia memegangnya sebagai tanda perjanjian-Nya. Setiap kali pelangi terbentuk, Ia akan melihatnya dan mengenang perjanjian kekal itu. Dari sejak masa Nuh sampai masa kita sekarang, tak terhitung berapa kali pelangi terbentuk di awan. TUHAN mengingat itu semua dan akan terus mengingat perjanjian-Nya.
    2. Allah maha pengampun: Walaupun hati manusia jahat sejak kecilnya (Kej. 8:21), TUHAN berjanji bahwa Ia akan senantiasa mengingat perjanjian-Nya yang kekal dengan Nuh, dengan segala yang hidup dan dengan bumi, ketika Ia melihat pelangi yang Ia ciptakan di awan. Orang-orang jahat dan penuh kekerasan di masa hidup Nuh dimusnahkan oleh air bah. Tetapi TUHAN tahu bahwa kejahatan akan bangkit kembali dalam hati manusia bahkan sejak masa kecilnya. Namun dengan melihat pelangi di awan, TUHAN mengingat perjanjian-Nya yang kekal – untuk tidak menghancurkan lagi segala kehidupan dengan air bah dan tidak akan ada lagi air bah untuk menghancurkan bumi.
    3. Allah panjang sabar: Selama bumi terus berputar, pelangi di awan akan terus muncul dan Allah akan selalu mengingat perjanjian-Nya. Dengan kata lain, selama bumi masih ada, dan musim-musim terus berganti (Kej. 8:22), Allah akan memegang teguh perjanjian-Nya. Tetapi akan ada waktunya ketika langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur oleh nyala api (2Ptr. 3:12). Tentunya, selama ini langit dan bumi terus dipelihara oleh Allah sampai sekarang (2Ptr. 3:7). TUHAN adalah Allah yang membiarkan bumi terus ada, musim-musim tetap datang dan berlalu, dan pelangi di awan terus terlihat. Menurut 2Ptr. 3:9, Allah masih memelihara bumi karena Ia menghendaki agar semua orang datang dan bertobat. Jadi, selama masih ada pelangi di awan-awan, mari kita menggunakan waktu yang tersisa di bumi dengan bijak untuk mengejar pembangunan rohani dan hubungan yang lebih dekat dengan TUHAN.
    Sembunyikan Jawaban

  • 6g.

    Mengapa Allah menetapkan perjanjian ini?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Penulis Kitab Kejadian menjelaskan maksud dan tujuan perjanjian pelangi melalui firman Allah, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.” (Kej. 8:21)

    Sembunyikan Jawaban

  • 7.

    Bagaimanakah Anda menjelaskan perkataan “segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup” pada dahsyatnya kerusakan yang diakibatkan banjir di seluruh dunia saat ini? Apakah TUHAN mengingkari janji-Nya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    TUHAN tidak mengingkari janji-Nya. Air bah di masa Nuh tidak sama seperti banjir yang kita kenal sekarang dan tidak dapat dibandingkan. Hari ini, banjir dapat menyebabkan tsunami, sungai meluap, penggundulan hutan, bencana-bencana karena manusia maupun bencana alam. Air bah di masa Nuh disebabkan oleh TUHAN, dengan membelah mata air samudera raya, dan menurunkan hujan tak henti-hentinya selama empat puluh hari dan empat puluh malam (Kej. 7:11, 12). Jadi, yang dimaksud dalam janji “tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi” adalah air bah yang memusnahkan segala kehidupan di masa Nuh. TUHAN memegang perjanjian-Nya dan Ia akan selalu ingat akan perjanjian kekal ini ketika Ia melihat pelangi di awan-awan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 9:18-29

    8.

    Bandingkanlah Nuh yang dituliskan di Kejadian 9:21-22 dengan di 6:8-10.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Di Kejadian 9:21, Nuh membiarkan dirinya mabuk dengan anggur dan ia telanjang di kemahnya. Di sini, Nuh digambarkan sebagai pemabuk yang kehilangan panduan moral. Tetapi di Kejadian 6:8-10, Nuh disebutkan sebagai orang yang benar dan tak bercela di antara angkatannya dan ia berjalan bersama Allah.

    Sembunyikan Jawaban

  • 9a.

    Tuliskanlah pengaruh-pengaruh buruk meminum anggur dari Alkitab. Lihat juga Kej. 9:21, 19:32-35; Ams. 20:1; Hos. 4:11, 7:5; Hab. 2:5; Ams. 31:4 dan Pkh. 2:3.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban
    1. Anggur dapat menyebabkan orang mabuk (Kej. 9:21, 24; 1Sam. 25:37)
    2. Anggur membuat orang tidak menyadari perbuatannya (Kej. 19:32-35)
    3. Anggur menyebabkan orang menjadi pencemooh dan tidak berhikmat (Ams. 20:1)
    4. Anggur menyebabkan hati orang diperbudak (Hos. 4:11; Yes. 28:1)
    5. Anggur menyebabkan orang melakukan pelanggaran (Hab. 2:5)
    6. Anggur menyebabkan demam oleh panas anggur (Hos. 7:5; Yes. 5:11)
    7. Anggur menyebabkan pertimbangan orang menyimpang dan tersandung (Ams. 31:4; Yes. 5:22)
    8. Anggur menyebabkan orang memuaskan hawa nafsu (Pkh. 2:3)
    Sembunyikan Jawaban

  • 9b.

    Peringatan-peringatan apakah yang diberikan Alkitab dalam hal penggunaan anggur secara berlebihan? Lihat Rm. 14:21 dan Ef. 5:18.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Menurut Rasul Paulus, mabuk oleh anggur menyebabkan orang berhawa nafsu (Ef. 5:18). Selanjutnya, minum anggur dapat menyebabkan orang menjadi batu sandungan bagi orang lain dan melemahkan imannya (Rm. 14:21).

    Sembunyikan Jawaban

  • 9c.

    Tuliskanlah penggunaan-penggunaan anggur yang patut di Alkitab. Lihat Yoh. 2:1-11; 1Tim. 5:23 dan Kej. 14:18.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Alkitab menyebutkan beberapa catatan tentang penggunaan anggur yang patut. Pertama, anggur disiapkan dalam pesta pernikahan (Yoh. 2:1-11). Kedua, anggur digunakan dalam dosis kecil untuk mengurangi penyakit perut kronis (1Tim. 5:23). Ketiga, anggur digunakan sebagai upeti (Kej. 14:18).

    Sembunyikan Jawaban

  • 10a.

    Bagaimanakah perbuatan Ham berbeda dengan perbuatan Sem dan Yafet?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ham melihat ketelanjangan ayahnya, lalu memberitahukan kedua saudaranya di luar kemah, dan membiarkan ketelanjangan ayahnya tidak tertutupi (Kej. 9:22). Tetapi Sem dan Yafet mengambil kain untuk menutupi ketelanjangan Nuh dengan berjalan mundur dan memalingkan muka agar tidak melihat aurat ayahnya (Kej. 9:23).

    Sembunyikan Jawaban

  • 10b.

    Apakah yang dapat kita pelajari dari perbuatan Sem dan Yafet dengan menutupi aurat ayahnya?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Sem dan Yafet tidak membicarakan aib dan kelemahan orang lain, tetapi menjaga perkataan mereka dan menutupi aurat ayahnya. Rasul Paulus menyebutkan di 1 Korintus, “Ia [kasih] menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1Kor. 13:7) Perbuatan mereka membuktikan bahwa mereka mengasihi, menghormati, dan peduli pada ayahnya. Walaupun perbuatan ayahnya tidak terpuji, Sem dan Yafet menanggungnya dengan menutupi ketelanjangan ayahnya dengan kain. Di Kitab Roma, Rasul Paulus berkata, “Yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat.” (Rm. 15:1) Jadi, ketimbang menghakimi atau menyiarkan aib ayahnya yang mabuk oleh anggur, Sem dan Yafet menolong dan menutupi kelemahan ayahnya. Begitu pula, mari kita menanggung kelemahan dan menolong mereka yang lemah, baik jasmani ataupun rohaninya, ketimbang memandang rendah atau bahkan menghakimi saudara-saudari seiman yang lemah atau berada dalam kesulitan.

    Sembunyikan Jawaban

  • 11.

    Apakah makna penting perkataan Nuh “Terpujilah TUHAN”? Lihat juga Mzm. 28:6, 31:21, 68:35, 89:52, 106:48, 135:21 dan 1Raj. 8:56.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Ungkapan ini menunjukkan kekaguman pada TUHAN. Kekaguman ini serupa dengan puji-pujian Daud yang ia tulis dalam mazmurnya (Mzm. 89:52, 106:48, 135:21). Ungkapan kekaguman ini disebabkan karena perbuatan indah TUHAN pada umat-Nya, seperti memberikan umat-Nya peristirahatan, mendengarkan permohonan mereka, memberikan kekuatan dan kuasa bagi umat-Nya, dan menunjukkan kebaikan yang agung (1Raj. 8:56; Mzm. 28:6, 68:35, 31:21). Berkat Nuh bagi Sem menunjukkan bahwa TUHAN, yang juga Allah Sem, layak dipuji dan Ia akan memberikan kekuatan dan menyatakan kemurahan-Nya yang besar bagi Sem.

    Sembunyikan Jawaban

  • 12a.

    Apakah berkat-berkat Nuh bagi Yafet?

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Berkat-berkat Nuh bagi Yafet adalah:

    1. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet.
    2. Hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem.
    3. Kanaan menjadi hamba baginya.
    Sembunyikan Jawaban

  • 12b.

    Apakah makna penting perkataan “kemah-kemah Sem”? Lihat juga 1Taw. 5:10; Mal. 2:12; Yer. 30:18.

    •  
    •  
    •  
    •  
    Lihat Jawaban

    Pertama, tinggal dalam kemah-kemah Sem menunjukkan berdiam di wilayah Sem. Misalnya, ketika kaum Hagar, dari keturunan Hagar (Mzm. 83:6; 1Taw. 5:19-20; Kej. 25:13-16) dikalahkan Raja Saul pada masa perang, bangsa Israel merebut wilayah mereka sepanjang wilayah timur Gilead (1Taw. 5:10). Menurut sejarah, keturunan Yafet “menguasai wilayah perbatasan utara dari Laut Aegea sampai dataran tinggi Iran dan di utara sampai padang rumput melalui deretan pantai Laut Hitam.

    Kedua, tinggal di kemah-kemah Sem juga menunjukkan berdiam di antara keturunan Sem. Maleakhi 2:12 menyebutkan kemah Yakub untuk merujuk pada keturunan bangsa Israel atau kumpulan orang-orang benar. Lebih lanjut, Yeremia 30:18 merujuk pada kemah Yakub sebagai umat Allah.

    Jadi, ungkapan “kemah-kemah Sem” menunjukkan kekerabatan wilayah atau keturunan Sem. Lebih penting lagi, hal ini menyiratkan keturunan yang Allah sertai. Di masa Set, manusia mulai menyebut nama TUHAN, dan keturunan Set berjalan bersama Allah (Kej. 4:26, 5:24). Begitu pula di masa Sem, Nuh memuliakan TUHAN yang menjadi Allah Sem dan memberkati Yafet untuk berdiam di kemah-kemah Sem – kemah atau komunitas yang berkenan kepada Allah.

     

    Sembunyikan Jawaban